Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Apa Itu Spot Welding Dan Komponennnya, Berikut Penjelasan Lengkapnya

Apa Itu Spot Welding Dan Komponennnya, Berikut Penjelasan Lengkapnya ~ Las titik (spot welding) salah satunya sistem sambungan yang kerap dipakai di industri manufacturing terutamanya di industri otomotif.


Apa Itu Spot Welding
Apa Itu Spot Welding

Tags: spot welding krisbow, komponen spot welding, spot welding digunakan untuk, prinsip kerja spot welding, teknik spot welding (las titik), spot welding body repair


Apa yang dimaksud spot welding? Di mana las titik sebagai langkah pengelasan resistansi listrik di mana dua ataupun lebih lembar logam diapit antara ke-2 elektroda yang dikasih penekanan saat sebelum arus listrik disalurkan. Sebagian besar tipe logam tipis bisa di las memakai las titik (spot welding).


Riset ini mempunyai tujuan untuk membuat mesin spot welding yang bisa dicapai oleh industri menengah sampai industri kecil dan industri rumahan. Proses perancangan mesin spot welding dilaksanakan dengan tingkatan yakni perencanan, keterangan peranan elemen, daya listrik yang dipakai diperkirakan memakai transformator dengan daya 1000 Watt.


Dengan kerangka mode ialah rocker arm spot welding. Dari hasil peracangan memakai tranformator dengan daya 1000 watt hasilkan jika daya listrik yang mengucur sebesar 9922,5 Coulomb, dan memakai pneumatik dengan minimal diameter silinder sejumlah 36,5 mm.


Di atas telah sedikit disentil berkenaan apa itu spot welding dan bagaimanakah cara kerjanya. Sebetulnya spot welding digunakan untuk apa sih? Nach, aktivitas ini sebagai salah satunya tipe tehnik dalam pengelasan.


Apa yang membandingkan tehnik ini dari tehnik lain? Tehnik ini memakai plat pencapit untuk menyambungkan sisi satu sama sisi yang lain. Proses pencapitannya umumnya dilaksanakan memakai elektroda.


Pada pengelasan tipe ini, plat logam akan diatur dengan menimbun atau umum disebutkan lap gabung. Sesudah itu, lembar logam dapat ditempatkan di atas timbunan plat itu dan elektroda dialiri listrik hingga dapat hasilkan panas. Pasti arus yang disalurkan ke elektroda sebaiknya kuat. Sesudahnya pasti logam-logam itu akan menetes karena panas yang dibuat oleh arus listrik.


Spot Welding Digunakan Untuk

Apa itu spot welding Nach, sesudah tahu dan memahami pengertiannya, karena itu sekarang ini Anda harus juga memahami apa saja peranan dari tehnik satu ini. Sebetulnya peranan dari las titik ini hampir serupa dengan las secara umum, namun tehnik ini lebih diutamakan ke plat logam dengan penekanan yang rendah.


Pasti logam yang diartikan ialah logam yang gampang dialiri panas hingga benar-benar rawan untuk menetes. Berikut peranan tehnik las di sejumlah industri.


Manufacturing Mobil

Nach, untuk peranan yang pertama umumnya tehnik ini dipakai oleh industri manufacturing mobil sebagai penghubung antara plat bodinya. Sama seperti yang sudah Anda kenali mobil dan bis sekarang ini umumnya memakai lembar baja, untuk itu tehnik ini dipakai karena dipandang lebih baik.


Industri Pesawat

Selainnya berperan dalam industri manufacturing mobil, tehnik las ini berperan dalam industri pesawat. Bahan body pesawat yang memakai plat alumunium pasti sangat pas saat memakai tehnik las titik. 


Namun selainnya tehnik las titik, body pesawat umumnya memakai tehnik tekuk pelat karena pada intinya body pesawat penuh tekukan.


Nach di atas sudah diterangkan berkenaan pemahaman dan peranan spot welding secara mendalam. Untuk Anda yang kerjakan satu project pengelasan tak perlu cemas kembali.


Komponen Spot Welding

Komponen spot welding bisa disimpulkan sebagai faktor-variabel yang punya pengaruh pada keadaan dan kerja hasil dari las titik. Dalam pembuatan aktual, patokan dari las titik ada beberapa, serta beberapa periset mendapati lebih dari 100 point patokan yang memengaruhi las titik.


Untuk memperoleh pengetahuan yang struktural karena itu berikut akan diterangkan beberapa patokan yang paling punya pengaruh.)


  • Weld Current

Weld current ialah patokan terpenting dalam las titik. Ukuran weld nugget semakin bertambah secara cepat bersamaan pertambahan weld current, tapi arus yang terlampau tinggi akan menyebabkan kerusakan dan keausan elektroda.


Baca juga: apa itu spot welding


Harga weld current harus sesuai karakter bermaterial yang hendak di las. Dalam tentukan besar weld current, arus dinaikan secara perlahan-lahan sampai ada serpihan las (weld spatter) yang terbentuk antara lurusen metal itu. Ini mengisyaratkan jika arus yang pas telah tercukupi.


  • Squeeze Time (Waktu Tekan)

Waktu pencet adalah waktu di saat logam diapit dengan 2 elektroda saat sebelum arus listrik disalurkan. Waktu pencet dibutuhkan untuk tunda masuknya arus sampai penekanan oleh elektroda telah capai keadaan yang diharapkan.


  • Welding Force (Style Las)

Peranan dari ada style penekanan oleh elektroda untuk tekan lembar untuk digabungkan. Benda kerja memerlukan penekanan pada style tertentu di bagian weld zona untuk pastikan arus bisa mengucur.

Bila penekanan kurang kuat karena itu bisa terjadi pembelahan saat itu juga saat disalurkannya arus karena resistansi contact yang besar sekali. Bila style pencet terlampau besar karena itu tempat contact akan jadi membesar yang mengakibatkan kecilnya arus yang mengucur dan kecilnya resistansi contact yang berarti kurangi panas yang dibuat dan ukuran weld nugget.


  • Weld Time (Waktu Las)

Waktu las yakni waktu saat logam diapit dan dialiri arus listrik tegangan supaya suhu logam naik dan memaksakan jadi satu. Panas yang dibuat elektroda lurus sebanding dengan waktu las. Untuk spot welding lama waktunya sekitar di antara 3-50 Hz. Banyak hal yang perlu jadi perhatian dalam tentukan weld time:

  1. Weld time harus sekecil mungkin. Weld time yang kelamaan akan menghancurkan material dan elektroda.
  2. Weld time harus pastikan diameter weld nugget lumayan besar dalam pengelasan helai yang tebal.
  3. Weld time harus seminimal kemungkinan menghindar ada indentasi pada matrial karena penekanan oleh elektroda.


  • Hold Time (Waktu Tenggang)

Hold time atau disebutkan cooling time ialah waktu di mana arus sudah disetop tapi penekanan masih dipertahankan. Hold time berperan supaya weld nugget bisa mengeras.


Hold time yang kelamaan akan mengakibatkan panas dari lasan untuk menyebar ke elektroda yang mengakibatkan elektroda rawan pada aus. Hold time kelamaan dapat mengakibatkan material berkarbon tinggi (lebih dari 0.1%) jadi terlampau getas.


  • Resistansi Contact

Resistansi contact dari muka las ialah patokan paling punya pengaruh yang terkait dengan material benda kerja meskipun untuk proses dampaknya benar-benar aktif. Saat welding force naik, karena itu resistansi contact naik begitu juga kebalikannya.


Resistansi contact yang tinggi dikuasai oleh beragam pengotor pada permukaan benda kerja seperti oksidan, uap air, lemak, minyak, debu dan yang lain. Di saat benda dipanaskan, pengotor ini bisa menjadi yang pertama untuk terbakar, hingga bersamaan naiknya suhu, makin kecil juga resistansi contact satu logam.


  • Permukaan Contact Elektroda

Salah satunya persyaratan umum dari las titik ialah harus memiliki ukuran diameter nugget minimum sejumlah 5t1/2, di mana t ialah tebal dari lembar logam itu. Untuk capai ini, diameter dari elektroda yang dipakai sebaiknya semakin besar dari diameter nugget yang diharapkan.


Demikian artikel mengenai apa itu spot welding. Semoga bermanfaat.