Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Menggunakan Las Argon, Berikut Tata Caranya Secara Complete

Cara menggunakan las argon ~ Salam welder Indonesia. Semoga sahabat semua dalam keadaan sehat, oke seperti yang sudah tertulis di judul kita akan membahas las argon. Untuk itu simak lengkap artikel ini sampai selesai ya.


Cara Menggunakan Las Argon
Cara Menggunakan Las Argon


Cara menggunakan las argon, TIG Welding (Tungsten Inert Gas Welding) ialah proses pengelasan yang terjadi memakai tungsten elektroda (nonconsumable tungsten). Tempat welding terlindung (ditutupi ) oleh satu covering yang dibuat dari gas (umumnya gas argon/helium atau gabungan ke-2 nya). Argon seringkali dipakai dalam welding, karena karakternya yang lebih berat dari udara dan bisa hasilkan covering tempat welding yang lebih bagus.


Tags: cara menggunakan mesin las mig tanpa gas, cara setting las argon, cara menggunakan las argon manual, las argon adalah, cara menggunakan mesin las tig, harga las argon, kawat las rb dan rd


Peralatan Sebelum Menggunakan Las Argon

Elemen yang dibutuhkan untuk TIG welding ialah:


  • Connector atau ikatan sumber arus listrik
  • Sumber arus las dan unit kontrol ( mekanisme pendinginan air memakai bak pendingin tambahan, perputaran pendingin, dan pompa pendingin)
  • Botol gas perlindungan
  • Katup untuk atur saluran gas dengan mtr. saluran gas
  • Mekanisme pengontrol pembakar las
  • Aliran gas perlindungan
  • Kabel arus las
  • Pembakar las dengan tombol
  • Kabel periode dan pencapit benda kerja
  • Elektroda tungsten
  • Gas perlindungan



Tig Welding memakai sumber arus stabil. Ini pastikan panas yang relatif stabil. Polaritas listrik TIG bergantung pada program. Dua modus ditempatkan kerja: elektroda memiliki muatan positif dan negatif.


Las elektroda memiliki muatan negatif dipakai untuk mengelas baja, nikel, titanium dan logam yang lain. Elektroda memiliki muatan positif dipakai untuk lasan dangkal (semakin sedikit panas yang dibuat pada benda kerja). Ada pula modus lain - alternating current ( AC).


Model ini berpindah di antara polaritas positif dan negatif. Alternating model aktif dipakai untuk mengelas aluminium dan magnesium. Ini menahan overheating elektroda masih tetap jaga panas pada benda kerja.


Torch mempunyai model automatis atau manual. Pada intinya welding torch mempunyai pegangan dan yang automatis mempunyai rack mounting. Dalam welding torch ada tungsten elektroda nonconsumable, ruangan untuk shielding gas dan gabungan konduktif. Elemen welding torch dibuat dari isolasi plastik.


Electrode Ujung elektroda umumnya di-grounding dengan pojok 60 sampai 90 derajat untuk pengelasan manual, lepas dari diameter elektroda. Untuk program teknisi, pojok ujung tentukan wujud busur dan memengaruhi profile penetratif weld pool, harus jadi perhatian stabilitas dalam ujung grinding dan dicheck keadaan di antara lasan.Untuk arus AC, elektroda sebagai tungsten murni. Umumnya ujungnya adopsi profile berupa bola karena panas yang dibuat di elektroda sepanjang elektroda jalan 1/2 transisi positif.


Gas shielding TIG welding memakai shielding gas untuk menahan kontaminasi dari ruangan welding. Oksigen dan Nitrogen bisa secara mudah mengakibatkan porositas atau fusi sepanjang proses pengelasan.


Gas inert seperti argon atau helium dipakai sebagai shielding gas. Opsi gas bergantung pada program. Argon ialah yang umum, khususnya dengan arus bolak-balik. Helium di lain sisi memungkinkannya penetratif las yang lebih dalam. Kombinasi yang biasa (di mana 75% atau semakin tinggi terbagi dalam helium).


Backing sistem Backing sistem dipakai di pipe welding, hingga waktu untuk pre-weld bergantung berdiameter dan panjang dari pipa itu. Kecepatan arus dan waktu purge di mengatur untuk pastikan minimalnya ada 5 volume yang berbeda saat sebelum welding.


Benda Kerja atau Materi Welded Benda kerja ialah bahan yang alami proses welding. Untuk Gas Tungsten Arc Welding benda kerja tersambung ke ground electric. Berikut pola simpel dari TIG welding :


Perlu ditegaskan cara menggunakan las argon pada lifetime mesin dan keselamatan pemakaian. Ikuti SOP dan proses pemakaian alat sesuai SOP yang ada. Saat sebelum proses welding, dibikin bersih lebih dulu permukaan benda kerja dari oli, kerak, cat dan debu. Beberapa tahap proses pengelasan TIG seperti berikut: Yakinkan kabel khusus pesawat las telah tepasang secara benar pada sumber listrik. Di saat penempatan kabel khusus pada sumber arus keadaan pesawat las harus pada keadaan OFF.


Kerjakan pengujian pada :

  • Aliran pendingin.
  • Penekanan gas
  • Volume kombinasi gas
  • Setel besar arus, contoh 240 ampere
  • Setel saluran gas perlindungan contoh 120 liter/menit
  • Gunakanlah alat keselamatan kerja, seperti Helm+kaca mata, sarung tangan dan pakaian las.
  • Persiapkan benda kerja pada meja kerja
  • Jepitkan tang massa pada benda kerja atau meja kerja dengan kuat


Tags: Cara Menggunakan Las Argon


Kerjakan pembangkitan busur awalnya dengan menggoreskan ujung elektroda tungsten pada benda kerja (Striking Of Arc), sampai mendapatkan kan busur yang konstan, untuk memperoleh busur yang konstan karena itu jarak ujung elektroda dan permukaan benda kerja di tahan pada 1.5 mm sampai 3 mm. Pegaturan jarak ini berlaku untuk semi automatis atau automatis penuh.


Status torch di tahan pada pojok 60-85 derajat, selanjutnya logam pengisi di umpan di luar dengan pergerakan melingkar penuhi kampuh las membuat rigi-rigi las.


Logam yang umum di las memakai TIG welding:


  • Carbon and Low alloy steels
  • Stainless steels 304, 316,321. 17-4, 410
  • Nickel alloys Inconel, Hastelloy, Waspalloy etc.
  • Aluminum alloys, 3003, 5052, 6061
  • Magnesium alloys
  • Titanium
  • Cobalt alloys Haynes 188, and L605
  • Refractory alloys columbium, molybdenum, tungsten
  • Copper alloys aluminum bronze , nibral bronze, pure copper


Demikian pembahas kita kali ini tentang cara menggunakan las argon. Semoga bermanfaat, salam suskes selalu welder Indonesia.