Metode Kerja Fabrikasi Baja Sebagai Bahan Konstruksi

Metode kerja fabrikasi baja sebagai bahan konstruksi. Berbicara mengenai kontruksi pada saat ini pasti sering dihubungkan dengan kontruksi baja.

Persiapan Pelaksanaan Fabrikasi Baja

Persiapan Pelaksanaan Fabrikasi Baja

Keywordmetode pelaksanaan konstruksi baja gudang, metode pelaksanaan pekerjaan struktur baja, metode pelaksanaan pekerjaan kolom baja wf, metode pelaksanaan konstruksi baja pdf, metode pelaksanaan konstruksi komposit, contoh pekerjaan konstruksi baja terkait estetika, langkah langkah pelaksanaan pekerjaan struktur baja, sop pekerjaan konstruksi baja


Fabrikasi baja merupakan suatu serangkaian  kegiatan berbagai bentuk konponen yang terbuat dari baja yang melalui proses dari bahan setengah jadi menjadi barang jadi. Setelah itu diantar ke lokasi proyek untuk dilakukan tahapan berikutnya, seperti merangkai struktur bangunan dan lain sebagainya.

Dalam sebuah kontruksi, proses febrikasi pasti tidak boleh ketinggalan. Hal ini dikarenakan metode kerja febrikasi baja sebagai bahan kontruksi harus dilakukan secara tepat agar bangunan yang dihasilkan sesuai dengan tujuan awalnya.

Agar sebuah bangunan dengan menggunakan baja sebagai kontruksinya maka perlu adanya sebuah metode dalam membuatnya. Berikut ini merupakan metode kerja fabrikasi baja yang wajib lakukan dengan tahap-tahap seperti berikut:

Persiapan Pelaksanaan Fabrikasi Baja

Supaya proses febrikasi berjalan dengan lancar ada hal-hal yang perlu diperhatikan seperti:

Workshop Pra Pelaksana

Tahapan ini bertujuan untuk memastikan area eksekusi fabrikasi adalah ruangan khusus bukan di area yang tebuka. Idealnya dalam dalam proses febrikasi baja harus terhindar dari terpaan air hujan maupun angin, suhu terlalu dingin maupun suhimu terlalu panas, tujuan ruangan khusus ini agar didalam prosesnya tidak ada gangguan berarti sehingga bisa berjalan dengan lancar.

Shop drawing

Metode kerja fabrikasi baja sebagai bahan konstruksi selanjutnya ialah memastikan shop drawing telah lengkap. Dalam hal ini harus mendapatkan persetujuan dari para ahli dibidangnya masing-masing seperti engineer, konsultan pengawas dan MK.

Peralatan

Proses febrikasi baja sebagai kontruksi harus dikerjakan dengan tertata sesuai tahapan-tahapannya, oleh karena itu peralatan yang diperlukan harus dipastikan lengkap sebelum hari pelaksanaan. Dengan alat yang lengkap maka kebutuhan tekhnis dilapangan bisa segera dipenuhi.

Bahan

Metode kerja fabrikasi baja sebagai bahan konstruksi selanjutnya adalah memasikan bahan-bahan. Usahakan dengan sangat, bahan untuk febrikasinsudah tersedia, entah itu bahan yang baru maupun bekas, sesuikan saja dengan kebutihan dilapangan tidak perlu baru, asal masih bisa berfungsi maka gunakan saja.

Metode kerja fabrikasi baja sebagai bahan konstruksi

Rangkaian Metode Kerja Fabrikasi Baja

Rangkaian Metode Kerja Fabrikasi Baja

Metode kerja fabrikasi baja sebagai bahan konstruksi untuk tahapan kedua mempinyai 8 proses. Berikut tahapannya:

Pembersihan (Clearing)

Pembersihan seluruh bahan dan alat dari berbagai kotoran seperti air, minyak, debu, pasir, bekas lelehan logam kasar maupun berbentuk butiran-butiran dan lain sebagainya.

Pembersihan sebelum mengeksekusi proses fabrikasi baja sebagai bahan konstruks juga dilakukan diarea, pastikan ruangan febrikasi steril dari zak-zat kimia yang berbahaya dan mudah terbakar.

Tujuan dibersihkannya ruangan ini bukan hanya untuk menjadikan nyaman kerjanya namun juga proses febrikask yanh dihasilkan bisa maksimal.

Pastikan juga peralatan yang sudah dibersihkan ditata dengan rapih, jangan mencampuradukan peralatan yang diluar dari keperluan febrikasi. Tata dengan rapih sesuai kebutuhannya masing-masing.

Penandaan atau (Marking) Febrikasi baja

Hal yang perlu dilakukan lagi dalam metode kerja fabrikasi baja sebagai bahan konstruks yaitu marking atau penandaan. Upayakan seluruh bahan sudah sesuai dengan shop drawing.

Tujuan dalam penandaan bahan ini agar dalam pelaksanaan febrikasi tidak salah alat atau bahan. Dengan mendainya maka ketledoran dan kesalahan bisa diminimalisir.

Agar pemberian kode bisa maksimal berikut langkah pemberian kode bahan:

  • Melakukan pengukuran bahan sesuai ketentuan dalam shopdrawing
  • Memberi penanda berupa garis, coretan menggunakan kapur besi atau spidol berwarna terang
  • Usahakan bahan yang tersisa setelah kita melakukan pengukuran bisa dipergunakan kembali, setidaknya tidak dibuang sia-sia
  • Membuat garis atau penanda sebagai kode tertentu pada bahan menggunakan cat besi

Pengendalian (Controlling)

Proses selanjutnya didalam metode kerja fabrikasi baja sebagai bahan konstruksi yaitu pengendalian. Proses khusus dilakukan oleh tenaga ahli engineering febrikasi, hal ini dilakukan untuk memastikan:

  1. Area tempat kerja sudah bersih dari kotoran dan zat berbahaya
  2. Bahan yang telah diukur sudah tepat sesuai kebutuhan
  3. Pembuatan kode sudah dilaksanakan dengan baik dan benar
  4. Memastikan apakah bahan yang tersisa dapat di gunakan untuk keperluan lainnya

Cutting Atau Memotong

Tahapan selanjutnya dalam pada metode kerja fabrikasi baja sebagai bahan konstruks yaitu cutting atau pemotongan. Pemotongan ini harus dilakukan dengan hati-hati dikarenakan kesalahan pada pemotongan bisa berkibat fatal dalam sebuah kontruksi bangunan.

Guna mendapatkan hasil yang baik dalam proses pemotongan bahan febrikasi baja kontruksi maka ada beberapa hal yang musti diperhatikan, seperti:

  • Pastikan penanda seperti garis batas pemotongan bahan telihat dengan jelas dan akurat
  • Pastikan letak permukaan bahan presisi dengan mesin atau alat potong, jangan sampai posisinya miring
  • Pastikan bekas potongan benar-benar lurus, rata atau tidak kasar sesuai kebutuhan febrikasi baja

Drilling atau Pelobangan

Drilling atau Pelobangan Febrikasi Baja Kontruksi

Drilling atau Pelobangan Febrikasi Baja Kontruksi

Prose pelobangan bahan pada tahap ini berfungsi untuk sambungan yang memerlukan mur atau baud. Pelobangan didalam metode kerja fabrikasi baja sebagai bahan konstruksi harus mempertimbangkan ukuran diameter lobang. Apakah ukuran yang tersedia sudah sesuai dengan ukuran bahan yang berada di shop drawing.

Berikut ini beberapa langkah kerja febrikasi baja kontruksi dalam pembuatan lobang pada bahan:

  • Cek ulang pengukuran bahan yang telah disediakan sebelumnya
  • Pastikan tanda sudah sesuai, jika belum beri tanda lagi sesuai ukuran dan diameter yang telah ditentukan
  • Jika ketentuan lobang yang mau dibuat adalah ˃0,5-1 mm seukuran diameter baut
  • Standar pelobangan bahan febrikasi yang mempunyai ketebalan  ≤3 mm maka dapat dilakukan menggunakan mesin atau alat Punch
  • Namun, jika ketebalannya ≥3 maka alat yang harundigunakan adalah mesin bor

Assembling atau Perakitan

Perakitan bahan merupakan metode kerja febrikasi baja sebagai bahan kontruksi yang juga sangat penting untung diperhatikan. Dikarenakan jika salah sedikit saja dalam penggabungan, kesalahan ini bisa berupa bahan yang dipotong atau proses penggabungannya, contohnya pada saat pemasangan  Clead plate pada balol profil IWF.

Seperti yang telahbdisebutkan diatas, jika proses penggabungan ini gagal maka bisa ditelusuri darimanakah hal ini terjadi, apakah karena tekhnisinya atau bahan yang di cutting tidak sesuai. Disini peran seorang engginer dituntu untuk cermat dalam mencari permasalahan dan kejelian saat mengawasi proses cutting atau pemotongan.

Sebenarnya seluruh metode kerja fabrikasi baja sebagai bahan konstruks saling terkait satu sama lain. Oleh sebab itu, kompetensi bidang dalam pengerjaan febrikasi baja harus benar-benar berkualitas.

Welding Atau Metode Pegelasan Baja

Bagaimana cara langkah pengelasan mengelas? Pada metode kerja fabrikasi baja sebagai bahan konstruksi proses pengelasan merupakan hal yang sangat penting guna mendapatkan hasil yang kokoh dan rapih. Untuk itu ada beberapa prasyarat agas hasil pengelasan baja bisa berkualitas, mulai dari memastikan posisi pengelasan apakah miring atau terbalik, apakah memerlukan japitan satau welder mengelas atau tidak dan lainnya.

Metode kerja fabrikasi baja sebagai bahan konstruksi

Metode kerja fabrikasi baja sebagai bahan konstruksi (Proses Pengelasan)

Berikut ini beberapa langkah agar didalam metode kerja fabrikasi baja sebagai bahan konstruksi bisa maksimal:

  • Melaksanakan Tack Welder merupakan sebuah kegiatan membentuk titik-titik las pada bahan yang akam dilaksanakan pengelasan. Pelaksanaan tack welder ini dilaksanakan berbarengan dengaan Assembling.
  • Jika semua langkah tack weld sudah dilakukan dengan baik dan benar maka langkah selanjutnya adalah melakukan pengelasan secara full (full welding)
  • Jangan lupa untuk selalu membersihkan kerak atau bekas las yang tersisa

Pemeriksaan Awal (First Checking) Pada Febrikasi Baja

Langkah febrikasi baja selanjutnya setelah pengelasan selesai yaitu pemeriksaan, hal ini dilakukan oleh enginer agar hasilnya bisa diketahui secara gamlang, lebih mudahnya engineer menentukan baik tidaknya proses yang telah dilalui. Adapun panduan pemeriksaan ini berpedoman pada shop drawing yang telah dibuat pada awal proses febrikasi, yang antara lain:

  • Memastikan bentuk, ukuran dan jumlah bahan yang telah dilakukan fabrikasi baja
  • Memastikan ukuran diameter, jarak dan jumlah lobang pada bahan yang tekah dikerjakan
  • Bagaimana mutu pengelasannya

Metode Kerja Finishing Febrikasi Baja

Prosedur febrikasi selanjunya adalah melakukan finishing yang merupakan tahapan terahir proses ini, yang mana proses ini dilakukan ketahap selanjutna atas persetujuan engineer.

  • Pekerjaan febrikasi baja pada tahapan finishing yang musti diperhatikan yaitu memindahakan hasil febrikasi ke tempat khusus finising, hal ini bertujuan agar proses febrikasi baja yang telah dilakukan bisa terlihat secara detail, untuk itu perlu meindahkan ke ruangan khusus finisnging.
  • Melakukan pengecatan pada bahan yang telah melalui proses febrikasi baja
  • Memilah bahan-bahan febrikasi baja sesuai dengan kode pada masing-masing bahan.

Pelaksanaan Pengecatan (Painting) Pada Hasil Febrikasi Baja

Proses pengecatan permukaan besi pada proses metode kerja fabrikasi baja sebagai bahan konstruksi harus sesegera mungkin agar bisa terhindar dari korosi. Hal ini dikarenakan bahan hasil kerja febrikasi jika berada pada suhu yang lembab dan berdebu bisa dengan mudah terkena korosi, untuk itu cepat-cepatlah melakukan pengecatan.

Agar  hal ini tidak terjadi, maka ada beberapa spesifikasi cat besi baja yang musti diperhatikan, diantaranya: Perhatikan lapisan pada base coating dan cat finishing (top coating) saja ataupun yang terdiri dari sand blasting, base coting, dan top coating.  

Untuk proses pengecatan sedniri bisa dilakukan dengan beberpa tekhnik seperti spary, rol dan kuas.

Lagi-lagi pada tiap proses febrikasi sekalipun pada pengecatan, harus dilakukan sesuai shop drawing yang telah dibuat. Proses ini juga harus dilakukan dibawah pengawasan engineer khusus yang menangani finishing pengecatan.

Pemeriksaan Akhir Febrikasi Baja (Final Checking)

Metode kerja fabrikasi baja sebagai bahan konstruksi yang selanjutnya adalah melakukan ceking akhir pada bahan-bahan yang telah melalui proses panjang febrikasi. Hal ini khusus dilakukan oleh seorang Quality Control (QC) untuk memeriksa jumlah, kode bahan dan bagaimana kualitas pengecatan, hal ini penting dilakukan agar bisa diketahui kesesuaiaannya dengan shop drawing.

Pengepakan (Packing) Hasil Febrikasi Baja

Pada tahapan metode kerja fabrikasi baja sebagai bahan konstruksi, proses paking bisa dilakukan jika telah melaksanakan prosedur febrikasi dengan baik dan sesuai shop drawing. Sebaiknya bahan yang telah dipacking sesegera mungkin dikirim kelokasi proyek. Jika tidak memungkinkan langsung dilakukan pengiriman sebaiknya disimpan diarea khusus yang telah disediakan.

Adapun peletakannya harus diruangan yang tertutup, bersih, tidak terkena sinar matahari langsung, suhu udara yang tidak lembab, tidak diletakan diatas tanah secara langsung tanpa di beri alas. Hal ini dimaksudkan agar bahan-bahan febrikasi yang telah dibuat tidak rusak.

Kesimpulan Metode Kerja Fabrikasi Baja Sebagai Bahan Konstruksi

Dari proses febrikasi baja sebagai bahan kontruksi bangunan yang telah dijelaskan diatas tugas seorang engineer sangat penting keberadaannya, maka dapat disimpulkan dapat ada 4 orang yang memiliki peran penting didalam proses febrikasi baja yaitu pengawas atau angineering.  Karena baik buruknya proses febrikasi adalah tanggungjawab seorang engineer, adapun tugas pokoknya didalam kerja febrikasi baja yaitu:

  • Melakukan pengawasan marking hingga controlling
  • Melakukan pengawasan proses cutting hingga first checking
  • Melaksanakan dan mengawasi proses painting
  • Dan yang terakhir Quality Control (QC)

Berikut tadi tugas pokok engineer, kemudian untuk menunjang kinerjanya terdapat dua orang yang bertugas pada bagian logistik. Adapun dua orang itu mempunyai tugas dan tanggungjawab menangani penerimaan bahan febrikasi baja dan melakukan pengiriman bahan yang telah selesai dibuat.

Demikian tadi Metode Kerja Fabrikasi Baja Sebagai Bahan Konstruksi, semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda para pembaca yang budiman. Jangan lupa untuk melihat artikel lainnya di website ini agar pengetahuan kontruksi bangunan Anda bisa terupgrade dengan baik.

Selamat membaca diartikel selanjutnya

Salam sukses