Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Memasang Kabel Las Listrik Lakoni Untuk Pemula Yang Wajib Diketahui

Daftar Isi [Lihat]

Cara Memasang Kabel Las Listrik Lakoni Untuk Pemula Yang Wajib Diketahui. Mesin las lakoni sebagai merek mesin las listrik yang sering dipakai di Indonesia. Dua type yang tersering digunakan pada pembuatan pengelasan yakni type 450 watt dan 900 watt. Nach, kesempatan ini akan mengulas mengenai cara memakai mesin las lakoni 450 watt sama sesuai standard pabriknya.


Cara Memasang Kabel Las Listrik Lakoni
Cara Memasang Kabel Las Listrik Lakoni


Mesin las lakoni dibikin memakai teknologi inverter dengan elemen daya mosfet atau IGBT. Teknologi ini sanggup mengganti arus AC jadi DC yang seterusnya diperkokoh jadi 100 KHz. Ini sudah pasti jadikan ukuran transformer jadi lebih kecil dan enteng, hingga bisa mengirit daya jadi lebih kecil dan konstan untuk itu kami paparkan untuk Anda cara memasang kabel las listrik lakoni yang akan menggunakan pengelasan ini.


Dengan memakai cara memasang kabel las listrik lakoni untuk mesin las listrik lakoni 450 watt, pembuatan pengelasan jadi makin gampang. Karena mesin ini berwujud portable dengan memakai daya listrik yang rendah. Disamping itu, harga mesin las lakoni ini relatif murah dan benar-benar dapat dijangkau.


Beberapa tugas yang bisa ditangani memakai mesin las 450 watt ini diantaranya seperti pembikinan pagar, kanopi, trails dan sebagainya. Dan berikut panduan cara memasang kabel las listrik lakoni dan beberapa langkahnya.


Penempatan Dan Operasionalisasi Mesin Las Lakoni


  • Sambungkan kabel power dengan arus listrik dan yakinkan jika tegangan listrik yang dipakai ialah 220/230 vol sesuai yang dibutuhkan mesin untuk mengoperkanasikannya.Hubungkan kabel out put secara benar. Colokan kabel massa pada connector negatif (-) dan kabel elektroda pada connector posistif (+). Penempatan kabel otu put yang keliru bisa mengakibatkan kerusakan pada connector.
  • Lekatkan kabel periode pada benda kerja yang hendak dilas dengan cara menjepitkannya.
  • Pasang elektroda pada gagangnya, samakan dengan status benda kerja yang hendak dilas.
  • Hidupkan tombol power suplai dan yakinkan fan (kipas) berputar-putar saat tombol pada status on.
  • Kerjakan penataan sesuai elektroda yang dipakai. Dan berikut sebagai ukuran kawat las (elektroda) dengan penataan ampere yang dianjurkan.
  • Bila di proses pengelasan lampu pilot berpijar, cepatlah untuk hentikan sesaat sampai lampu itu mati saat sebelum meneruskan pengelasan. Karena hal tersebut mengisyaratkan bahawa mesin ada dalam status "over heating protection on" yang memiliki arti temperatur panas sudah capai batasan optimal pada inverter.



Tags: bagaimana cara pemasangan kabel kabel las pengkutuban pada mesin las, positif negatif mesin las lakoni, cara pasang kabel las listrik ryu, cara pasang kabel las listrik rhino, cara menyetel mesin las listrik, cara menggunakan las listrik 450 watt, cara menggunakan las listrik 900 watt, cara mengatur ampere las listrik


Prioritaskan Keselamatan Kerja

Proses pengelasan sebuah tugas yang memerlukan pelindungan optimal, baik untuk operator ingin juga beberapa orang yang ada di sekitaran. Karena itu, factor keselamatan kerja perlu diprioritaskan. Dan berikut sebagai banyak hal yang perlu jadi perhatian dalan usaha menahan berlangsungnya kecelakaan saat bekerja memakai mesin las listrik.


  1. Selalu memakai APD, seperti helm las, kacamata las (dok), pakaian kerja, dan sarung tangan isolator sepanjang proses pengelasan. Karena recikan api dan asap yang terjadi benar-benar beresiko untuk mata dan anggonta badan.
  2. Yakinkan holder elektroda dan ground tidak menyambung saat sebelum hidupkan mesin las.
  3. Operator harus mempunyai kwalifikasi pengelasan yang bagus.
  4. Hindari jalinan dengan beberapa benda yang memiliki kandungan listrik dan gampang terbakar saat pengelasan.
  5. Hubungkan kabel ground sama sesuai standard yang berjalan.
  6. Jangan sekalipun coba memandang langsung busur las dengan mata tanpa perlindungan mata.
  7. Tidak boleh mengisap asap yang terjadi pada busur las, karena benar-benar beresiko pada paru-paru.
  8. Jangan sampai mengubah tombol peranan saat mesin las dipakai.
  9. Untuk pengelasan pada lokasi yang sulit dicapai yang memungkinkannya mesin las harus digendong, pakailah selalu perlindungan badan yang komplet.


Perawatan Mesin Las

Perawatan pada mesin las penting supaya perform mesin selalu maksimal. Disamping itu, ini bisa jadikan mesin las jadi lebih tahan lama serta awet. Adapun beberapa pemeliharaan serta perawatan pada mesin las dan kawat las listrik, yakni seperti berikut.


  • Bebaskan kabel out put sesudah usai memakai mesin las.
  • Selalu membersihkan mesin las dari debu sesudah mesin dipakai. Direferensikan untuk memakai udara bertekanan.
  • Taruh mesin las pada lokasi yang bersih dan kering. Tidak boleh menempatkan mesin pada lokasi yang lembab dan banyak terkandung garam supaya terbebas dari korosi.
  • Pakai selalu elektroda sesuai keperluan pengelasan.
  • Pakai selalu spare part yang berkualitas bila lakukan service pada mesin las dan seharusnya direahkan ke pakarnya (servis centre).


Mengenal Apa Itu Kabel Las

Mengenali Kabel Las SMAW dan bagian-bagiannya. Kabel las (Lead superfleksibel) dipakai untuk mengantar arus dari mesin pengelasan ke benda kerja dan kebalikannya. Seperti kelihatan pada gambar di bawah.


Kabel las terbagi dalam Lead yang dilapis dengan karet, kain, dan penguat susunan fabric, seperti diperlihatkan dalam gambar. holder elektroda dikenali sebagai Lead elektroda. Lead dari benda kerja ke mesin dikenali sebagai Lead benda kerja.


Tegangan pada Lead bervariatif di antara 14 dan 80 Volt. Lead terbagi dalam beberapa ukuran, Makin kecil nomornya, makin besar diameter Lead. Tabel di bawah ini memperlihatkan daftar ukuran dan kemampuan arus untuk Lead tembaga. Lead harus fleksibel supaya bisa mereduksi regangan pada tangan welder saat sedang mengelas, dan mempermudah instalasi kabel.


Untuk maksud fleksibelitas ini, dipakai 800 sampai 2500 kawat pada masingmasing kabel. Kabel listrik berdiamater sama harus dipakai pada Lead elektroda atau Lead benda kerja. Panjang Lead memengaruhi ukuran kemampuan mesin las.


Daya hantar arus Lead alumunium sejumlah 61% dari Lead tembaga. Untuk kemampuan arus tertentu, diameter Lead alumunium semakin besar dibanding Lead tembaga. Lead alumunium umumnya memakai alumunium murni, alumunium semi-annealed, dan alumunium electrolytic.


  • Connector Kabel Las SMAW ( Lead)

Untuk mengantarkan arus secara stabil yang dipakai dalam pengelasan, semua sisi dalam circuit pengelasan harus didesain secara baik terhitung terminalnya.


Lead tembaga atau alumunium diikatkan pada mesin las dan benda kerja dengan terminal yang dilapis atau yang tidak dilapis.


Terminal yang tidak dilapis disebutkan lugs seperti diperlihatkan pada gambar selain. Lug ini disolder atau dilekatkan secara mekanis pada Lead, seperti diperlihatkan pada gambar. Lug sebagai alat masih tetap untuk tempelkan kabel elektroda dan kabel benda kerja ke mesin atau meja kerja.


Ikatan harus bertahan lama dan harus mempunyai tahanan rendah supaya ikatan tidak alami overheat sepanjang pengelasan. Arus akan mengucur tidak konstan bila ikatannya kendur.


Ada tipe ikatan untuk menyambungkan satu Lead ke Lead lain. Sistem sambungan terminal pada Lead dengan cara seperti berikut:


  1. Teknisi
  2. Penyolderan
  3. Pematrian
  4. Pengelasan


Pencapit alumunium dipakai pada sambungan kabel alumunium dengan pemegang elektroda dan dengan terminal lain. Tetapi lead dapat dipatri alumunium pada ikatan alumunium atau ikatan tembaga. Seharusnya tidak lakukan sambungan dengan cara pembengkokan, ini karena lead condong memisah dari terminalnya bila dihubung dengan cara pembengkokan. Ikatan teknisi harus kuat dan bersih.


  • Holder Kabel Las SMAW

elektroda ialah sisi perlengkapan las busur yang digenggam oleh welder saat mengelas. Holder ini dipakai untuk meredam elektroda logam atau karbon. Lead elektroda umumnya dihubung dengan holder elektroda dengan memakai penghubung teknisi di dalam handle elektroda.


Handle dibuat berbahan lapisan yang memiliki tahanan panas tinggi dan tahanan listrik yang rendah. Holder elektroda dibikin untuk menyamakan pegangan tangan welder. Ada beberapa sistem yang dipakai untuk menjepit elektroda dalam holder.


  • Holder Kabel las Listrik

Satu diantaranya sistem ialah konstruksi pincer dan mempunyai sebuah pegas untuk hasilkan penekanan sehinnga didapat ikatan yang bagus di antara holder dan elektroda.


Wilayah contact di antara elektroda dengan holder elektroda seharusya bersih. Pembersihan wilayah contact dengan memakai sikat kawat. Rahang holder elektroda harus juga dibikin bersih dengan memakai ampelas atau alat yang lain tepat.


Di saat lakukan pengelasan yang berat, semestinya holder elektroda diperlengkapi dengan shield (pelat kecil tahan panas). Shield ini untuk menahan panas radiasi dari las ke tangan welder.


Cara menyetel mesin las Listrik

Cara menyetel mesin las Listrik untuk beberapa pemula yang memakai las busur listrik (Las SMAW) tentukan besar arus untuk sesuaikan elektrodan dan material las sedikit susah. Berlainan dengan sejumlah profesional yang telah eksper dan memiliki perasaan yang baik. Tetapi semua pasti ada waktunya, untuk pemula mengawali ialah sebuah cara besar menjadi professional.


Kecil besarnya amper las khususnya bergantung pada besarnya diameter elektroda dan type elektroda. Terkadang dipengaruhi oleh tipe bahan yang dilas dan oleh status atau arah pengelasan. Umumnya, setiap pabrik pembikin elektroda memberikan tabel faktor pemakaian arus las yang dianjurkan di bagian luar paket elektroda.


Di lain fihak, seorang operator las yang eksper akan secara mudah sesuaikan arus las dengan dengarkan, menyaksikan busur las atau hasil las. Tetapi pada umumnya penataan amper las bisa merujuk pada ketetapan berikut :


Mengawali dan hentikan pengelasan

Penyalaan busur las bisa dilaksanakan dengan menyentuhkan ujung elektroda dengan benda kerja, kebalikannya untuk mematikan busur las dengan cara menghindari ujung elektroda dari benda kerja. Betul tidaknya penyalaan dan pemadaman busur las akan memepengaruhi kualitas lasan khususnya pada ikatan jalur las.


Sesudah didapat busur las karena itu selanjutnya elektroda digerakkan pada kecepatan tertentu untuk membuat jalur las. Jalankan elektroda bisa diambil lempeng atau diayun dengan selalu jaga busur las pada ukuran yang konstan. Pojok elektroda pada benda kerja bergantung status pengelasan.


Saat sebelum mengusung elektroda untuk emnghentikan pengelasan seharusnya panjang busur dikurangkan dengan rapatkan elektroda, baru selanjutnya elektroda diambil cukup miring. Pemadaman busur las seharusnya tidak dilaksanakan di tengah-tengah - tengah kawah las tapi diputar sedikit kembali selanjutnya diambil.


Demikian ulasan berkenaan Cara Memasang Kabel Las Listrik Lakoni. Yakinkan selalu ikuti panduan yang dianjurkan pada buku petunjuk dan pakai selalu APD selengkapnya saat menjalankan mesin las. Semoga bermanfaat, salam sukses selau.


Tags: cara pasang kabel las listrik ryu, positif negatif mesin las lakoni, cara pasang kabel las listrik rhino, cara menggunakan las listrik 450 watt, cara menyetel mesin las listrik, cara menggunakan las listrik 900 watt