You are here
kuliner Traveling 

Perbedaan Malioboro Dulu dan Sekarang, Mana yang Lebih Menarik?

Berkunjung ke Yogyakarta rasanya tidak lengkap jika kita belum singgah ke Malioboro. Bagi yang belum tahu mengenai Malioboro, ini adalah sebuah nama jalan yang menjadi salah satu landmark Yogyakarta. Di sepanjang jalan ini terdapat banyak pedagang kaki lima dan toko-toko yang menjual berbagai pakaian atau oleh-oleh khas Yogyakarta. Namun, saat ini sudah banyak perbedaan Malioboro dulu dan sekarang yang mungkin tidak Anda sadari.

Yogyakarta dikenal sebagai kota yang menjunjung tinggi adat istiadat dan budaya. Akan tetapi, perkembangan zaman mau tidak mau juga mempengaruhi setiap sudut Yogyakarta, termasuk Malioboro. Inilah perbedaan Malioboro dulu dan sekarang yang wajib Anda ketahui:

  • Pagar jalan yang menjadi sekat

Ada dua jalur satu arah yang berada di Malioboro, pertama adalah jalan yang lebih lebar untuk dilalui kendaraan bermoto, sedangkan yang agak sempit untuk dilalui sepeda, becak, dan delman. Namun, kini pemerintah setempat member pagar jalan yang menjadi sekat antara dua jalur tersebut. Pagar ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat karena dinilai membuat pejalan kaki dan kaum difabel merasa kurang nyaman. Selain itu, pagar tersebut juga dianggap mengurangi keindahan pemandangan Malioboro.

  • Eksistensi bangunan lawas dan modern

Ketika berkunjung ke Malioboro mungkin Anda masih bisa melihat bangunan-banguanan yang tampak seperti bangunan lawas zaman Belanda. Namun, perbedaan Malioboro dulu dan sekarang juga terletak pada munculnya bangunan-bangunan modern seperti hotel atau pusat perbelanjaan. Di sini, Anda bisa melihat bangunan zaman dulu berjajar dengan bangunan dengan arsitektur modern.

  • Macet karena kendaraan bermotor

Di hari-hari tertentu, Jalan Malioboro ini akan menjadi macet karena volume kendaraan bermotor yang terus bertambah setiap harinya. Pada Sabtu malam atau malam tahun baru, Jalan Malioboro ini padat dipenuhi kendaraan bermotor. Tentu saja dahulu sebelum ada kendaraan bermotor jalanan ini hanya dilalui becak, sepeda, dan delman. Sebanyak apa pun kendaraan tanpa mesin yang melintas tentu tidak akan membuat macet jalanan Malioboro.

 

Semua perbedaan Malioboro dulu dan sekarang ini tidak mengurangi daya tarik Malioboro. Masih banyak wisatawan yang tertarik berkunjung kemari. Kalau Anda, manakah yang lebih menari Malioboro dulu atau kini?

Related posts

Leave a Comment