Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Apa Nama Lain Cara Melukis Dengan Jari, Berikut Jawaban Dan Penjelasannya Secara Complete

Daftar Isi [Lihat]

Apa Nama Lain Cara Melukis Dengan Jari, Berikut Jawaban Dan Penjelasannya Secara Complete. Pada artikel ini, kami akan jelaskan untuk kamu yang sedang mencari teknik atau cara melukis dengan menggunakan jari-jari tangan. Nama dari cara melukis ini adalah Finger Painting, lalu apa sih Finger Painting itu, mari simak lengkap artikel ini sampai tuntas ya agar tidak gagal faham.


Apa Nama Lain Cara Melukis Dengan Jari
Apa Nama Lain Cara Melukis Dengan Jari


Apa nama lain cara melukis dengan jari?


Jawaban: 


Finger Painting


Fingerprinting Adalah

Apa nama lain cara melukis dengan jari yaitu Finger Painting. Finger painting atau melukis dengan jari adalah tehnik yang bisa dipakai untuk hasilkan kreasi gambar. Tehnik ini berlainan dengan tehnik melukis secara konservatif yang tergantung pada penggunaan kuas dengan bahan dan ketebalan yang berbeda. Pada tehnik finger painting, sapuan cat dilaksanakan dengan memakai tangan si pelukis tersebut.


Pembandingan penekanan yang wajar dilaksanakan pada pembikinan kreasi gambar dilaksanakan dengan cara pemberian penekanan yang lain pada sapuan jari saat proses melukis sedang berjalan.


Salah satunya keunggulan tehnik melukis dengan jari ialah memberi peluang pada si pelukis untuk berkontak langsung dengan sisi kanvas hingga memberi kesan-kesan jika si pelukis dengan kreasinya jadi satu.


Finger painting ialah satu tehnik melukis yang memakai jari-jari tangan sebagai kuasnya. Tidak cuma membahagiakan, aktivitas ini pas buat dimainkan bayi umur enam bulan ke atas (atau yang telah sanggup duduk tegak) atau anak balita untuk menggairahkan perubahan fisik dan psikis mereka.


Pasalnya bayi berumur enam bulan ke atas mulai alami peralihan. Mereka jadi tertarik di dunia disekelilingnya, mulai merayap, dan mengenal beberapa benda dengan tangannya. Dan pada anak balita, mereka akan meningkatkan kekuatan motorik dan fokus agar bisa kuasai beragam pergerakan jari dan tangan yang akurat.


Finger painting bisa dibuktikan menjadi kegiatan yang pas untuk memberikan dukungan tumbuh berkembang anak di beberapa umur itu. Dalam jurnal Social and Behavioral Sciences yang memperhatikan minat anak di dalam permainan sensori berbasiskan sentuhan, diutarakan jika anak-anak berumur 27 sampai 37 bulan yang dikasih permainan tablet electronic dan finger painting rupanya semakin tertarik menggambar dengan sistem finger painting dibanding memakai tablet electronic.


Untuk bayi dan balita di bawah 3 tahun yang gaungr-gemarnya masukkan barang ke mulut, material finger painting ini pasti harus ditegaskan aman. Edible paint atau cat yang aman bila ketelan menjadi opsi Anda untuk bermain finger painting dengan si buah kesayangan.


Setelah kita mengetahui mengetahui jawaban dari apa nama lain cara melukis dengan jari adalah Finger Painting. Selanjutnya kita akan ngasih tau kepada kalian apa saja bahan yang dibutuhkan untuk kegiatan Finger Painting, berikut bahan-bahanya.



Tags: bagaimana cara melukis dengan jari, melukis dengan jari kelas 1 sd, fingerprinting adalah, contoh melukis dengan jari, langkah pertama melukis dengan jari adalah, paham atau aliran dalam lukisan contohnya yaitu, apa yang harus dipersiapkan saat menggambar dengan jari, finger painting


Bahan Finger Painting Adalah

Apa saja yang digunakan untuk melukis dengan jari? Ada beberapa bahan yang kamu harus siapkan dalam membuat Finger Painting atau melukis dengan menggunakan jari, berikut bahan-bahan yang digunakan:


  • 4 sdm tepung maizena
  • Air dingin
  • 1 cangkir air mendidih
  • Bahan warna makanan


Cara Membuat Finger Painting

Bagaimana cara menggambar dengan jari? Berikut ini cara menggambar dalam proses Finger Painting atau menggambar menggunakan jari.

  • Pakai panci kecil untuk menambahkan tepung maizena dengan air dingin seperlunya supaya tercipta jadi pasta.
  • Tuang 1 cangkir air mendidih ke panci dan aduk perlahan-lahan sampai tidak ada gumpalan dalam adonan.
  • Hidupkan kompor dengan api sedang dan aduk sampai tercampur rata. Adonan edible paint akan memperlihatkan garis-garis yang terang, Sesudah Anda menyaksikannya, api matikan dan terus aduk sampai kental seperti vla pada puding.
  • Masukan adonan ke topeles, gelas atau tempat kosong, untuk rata sama sesuai jumlah bahan warna yang ada.
  • Tambah bahan warna makanan pada adonan dalam tempat lalu campur sampai rata. Untuk beberapa warna dasar seperti merah, biru, dan kuning, cukup teteskan sekitar 3 tetes. Bila ingin membuat warna kombinasi seperti oranye, Anda bisa menambah 1 tetes bahan warna merah dan 2 tetes bahan warna kuning. Dan untuk membikin cat warna ungu, tambah 1 tetes bahan warna biru dan 2 tetes bahan warna merah.
  • Sesudah tercampur rata, edible paint siap dipakai.
  • Jika sisa, tutup tempat cat dengan plastik wrap dan taruh di almari es. Karena tidak memiliki kandungan pengawet cat ini cuma bisa ditaruh sepanjang dua minggu dalam kulkas.
  • Tiap akan dipakai, selalu yakinkan tidak ada pertanda basi pada edible paint, seperti terjadi peralihan warna, struktur, dan berbau.
  • Bila adonan mengeras sesudah diletakkan di almari es, tambah sedikit air mendidih atau biarkan edible paint itu sepanjang beberapa saat pada suhu ruangan sampai cat kembali lagi ke struktur yang semestinya.


Kegiatan Finger Painting Untuk Anak TK

Finger painting ialah tipe aktivitas membuat gambar yang sudah dilakukan dengan cara menggoreskan adonan warna (bubur warna) langsung dengan jari tangan secara bebas di atas sektor gambar, batas jari di sini yaitu semua jari tangan, telapak tangan, sampai pergelangan tangan (Sumanto, 2005).


Finger painting diartikan sebagai tehnik melukis langsung tanpa memakai kontribusi alat, anak bisa menukar kuas dengan jari-jari tangannya langsung (Pamadi, 2008)


Berdasar ke-2 opini itu, bisa diambil kesimpulan jika finger painting ialah aktivitas melukis langsung dengan jari tangan di atas sektor gambar dengan cara menggoreskan adonan warna (bubur warna) secara bebas. Saat lakukan finger painting, anak bisa rasakan kesan pada jari karena aktivitas ini segera memakai jari-jari tangan. Pada intinya aktivitasfinger painting benar-benar gampang dilaksanakan oleh anak.


Dalam aktivitas finger painting tidak ada ketentuan baku yang perlu didalami. Dalam aktivitas finger painting yang perlu dilaksanakan oleh guru ialah bagaimana berikan motivasi dan tumbuhkan keberanian dalam diri anakuntuk berani menyentuhkan jarinya dengan cat warna.


Aktivitas ini latih motorik lembut anak terutamanya jari-jari anak supaya lebih lentur. Lewat beragam aktivitas kesenian, seperti menggambar, melukis, memakai instrument musik, dan menyulam akan latih kekuatan motorik lembut (Suyanto, 2005).


Karena selainnya untuk latih kesenian anak, aktivitas finger painting terhitung dalam aktivitas yang bisa latih kekuatan motorik lembut anak. Anak memakai otot-otot jarinya untuk berkreatifitas hingga kekuatan motoriknya berkembang.


Umumnya untuk latih anak menulis, lebih dulu anak-anak dilatih untuk menggambar. Hal tersebut otomatis akan latih otot-otot lembut anak pada tangan dan jari yang paling bermanfaat sebagai perbekalan latihan menulis.


Dengan aktivitas finger painting bisa latih anak untuk memakai indranya yakni indra peraba karena aktivitas finger painting ini mewajibkan anak untuk bersinggungan langsung dengan cat bahan warna untuk bahan melukis dengan memakai jari-jari mereka.


Kegiatan mereka bersinggungan langsung dengan cat bisa latih anak untuk memakai indra perabanya. Aktivitas ini dapat juga menolong anak untuk mengenali warna dan pencampuran warna karena dalam aktivitas finger painting ini anak bisa bebas pilih dan menambah cat warna yang hendak digunakan untuk aktivitas melukisnya.


Manfaat Finger Painting Untuk Anak TK

Tiap aktivitas tentu mempunyai arah yang hendak diraih oleh anak yangmelakukan aktivitas itu. Selainnya arah yang bisa diraih satu aktivitas dapat berguna untuk anak yang lakukan aktivitas itu. 


Finger painting banyak memiliki arah dan faedah yang bisa didapat atau dirasa oleh anak umur dini. Arah akan terwujud jika terjadi hubungan di antara guru dengan siswa hingga ada proses timbal baliknya.


Arah aktivitas finger painting yakni bisa meningkatkan gestur lewat media gambar dengan pergerakan tangan, meningkatkan fantasi, khayalan, dan kreativitas, latih otot-otot tangan jari, koordinir otot dan mata, latih kemahiran memadukan warna, memupuk hati pada pergerakan tangan dan memupuk keelokan (Montolalu, 2009: 17)


Secara eksklusif arah finger painting ialah latih ketrampilan tangan, kelentukan, kerapihan, dan keelokan. Searah dengan opini Sumanto (2005:132) jika aktivitas finger painting bisa menolong anakuntuk latih pergerakan badan.


Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, lentuk ialah berkeluk atau gampang dibengkok-bengkokkan (tidak kaku). Dan kerapihan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah baik, teratur, dan bersih; bagus. Hal yang dilihat periset ialah kerapihan hasil finger painting anak.


Dalam masalah ini periset memperhatikan kelentukan jari anak pada proses finger painting. Dalam aktivitas finger painting yang sudah dilakukan, anak disuruh membuat guratan dalam skema lingkaran pada kertas yang sudah disiapkan. Agar bisa penuhi skema lingkaran dengan cat diperlukan kelentukan jari supaya hasil finger painting anak bisa rapi.


Dan kerapihan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah baik, teratur, dan bersih; bagus. Hal yang dilihat periset ialah kerapihan hasil finger painting anak.


Dari opini di atas bisa diambil kesimpulan jika aktivitas finger painting bisa berguna sebagai aktivitas yang bisa latih motorik lembut anak yang mengikutsertakan otot-otot tangan atau jari, koordinir otot dan mata, memupuk hati pada pergerakan tangan, dan bisa meningkatkan gestur lewat media gambar dengan pergerakan tangan.


Dalam soal memupuk hati pada pergerakan tangan bisa disaksikan saat anak usaha memberi warna pada skema pada kertas tanpa keluar garis. Ini memerlukan kehati-hatian supaya hasil kreasi anak kelihatan rapi.


Kelentukan jari benar-benar berperanan peting dalam masalah ini untuk hasilkan kreasi dengan rapi. Karenanya, kelentukan dan kerapihan jadi poin utama untuk ketahui sejauh mana kekuatan motorik lembut anak pada aktivitas finger painting.


Karena aktivitas ini bisa menolong meningkatkan kekuatan motorik anak karena itu aktivitas ini bisa menjadi satu diantara aktivitas yang bisa diputuskan oleh guru atau pengajar untuk menolong meningkatkan kekuatan motorik anak.


Dengan kekuatan motorik yang bagus karena itu kekuatan ketrampilan tolong diri seperti kenakan pakaian dan menjaga diri akan makin baik. Aktivitas finger painting ini bisa menolong anak untuk latih pergerakan badan (Slamet Suyanto, 2005a: 132).


Menurut Slamet Suyanto (2005a: 132) kekuatan mengatur pergerakan badan penting dalam beragam faktor kehidupan. Makan, minum, lari, memakai sepeda, dan mengemudikan mobil membutuhkan koordinir beragam anggota badan.


Dari opini di atas bisa diambil kesimpulan jika aktivitasfinger painting terhitung dalam aktivitas yang bisa latih kekuatan untuk mengatur pergerakan badan terutamanya jari jari.


Berdasarkan teori Experential learning dari Roger (dalam Slamet Suyanto, 2005), belajar lewat dua tahapan yakni tahapan kognitif dan tahapan pengalaman. Tahapan kognitif memiliki sifat pengetahuan akademis dan tahapan pengalaman adalah tahapan bagaimana memakai pengetahuan itu untuk keperluannya.


Lewat aktivitas finger painting ini diharap anak akan belajar tahapan kognitif lewat pengetahuan saat lakukan aktivitas finger painting dalam evaluasi yang sudah dilakukan di sekolah seperti belajar gerakkan jari jari dengan memakai cat untuk hasilkan lukisan yang diharapkan, belajar berkenaan beberapa warna yang dipakai dalamkegiatan finger painting, dan belajar mengontrol jari jari untuk menggambar.


Disamping itu anak diharap bisa belajar berkenaan peranan dan faedah aktivitas yang sudah dilaksanakan saat finger painting seperti gerakkan jari-jarinya saat melukis. Anak diharap bisa memakai dan mengkoordinasikan jari-jarinya untuk aktivitas lain seperti menggunakan sepatu, menguncikan pakaian, menulis, dan sebagainya.


Begitu keterangan pemahaman finger painting untuk anak umur dini. Mudah-mudahan beberapa pengajar terpacu untuk mengaplikasikannya untuk perolehan faktor kognitif yang diharap.


Demikian artikel mengenai apa nama lain cara melukis dengan jari, semoga artikel bacahape.com bermanfaat. Salm sukses salam bahagia.


Tags: bagaimana cara melukis dengan jari, melukis dengan jari kelas 1 sd, contoh melukis dengan jari, fingerprinting adalah, langkah pertama melukis dengan jari adalah, paham atau aliran dalam lukisan contohnya yaitu