Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Fakta Kenapa Rusia Ingin Menyerang Ukraina

Fakta Kenapa Rusia Ingin Menyerang Ukraina ~ Beberapa petinggi intelijen Amerika belakangan ini mengingatkan sekutu NATO jika pasukan militer Rusia kerahkan sampai 175.000 tentara di tepian Ukraina dan dapat ada dalam status untuk menyerang negara tersebut di akhir Januari 2022.


Bila betul ini akan mengidentifikasi perputaran ke-2 pertarungan di antara ke-2 negara tetangga dan ke-2 kalinya dalam 8 tahun Rusia menginvasi Ukraina. Tidak seperti akhir kali, perselisihan baru ini bisa menarik Amerika Serikat dan komponen NATO, mengadu kemampuan membawa senjata nuklir keduanya. Lebih dalam lagi Kenapa Rusia Ingin Menyerang Ukraina?


Pertanyaan fundamental yang sering ditampilkan ialah kenapa sebetulnya Kenapa Rusia Ingin Menyerang Ukraina?


Lihat secara lengkap dalam siaran Kenapa Rusia Ingin Menyerang Ukraina berikut ini:


Tags: penyebab konflik rusia dan ukraina 2022, perang rusia ukraina terbaru, penyebab konflik rusia ukraina 2021, rusia ukraina penyebab konflik, hubungan ukraina dan rusia, penyebab perang rusia ukraina 2022


Kenapa Rusia Ingin Menyerang Ukraina
 Kenapa Rusia Ingin Menyerang Ukraina


Kenapa Rusia Ingin Menyerang Ukraina

Kenapa Rusia Ingin Menyerang Ukraina? Rusia pada akhirnya betul-betul menyerang Ukraina. Presiden Vladimir Putin umumkan hal tersebut dengan cara resmi semenjak 24 Februari kemarin. Gempuran Rusia selanjutnya diawali dengan ledakan di beberapa kota di Ukraina, terhitung Kyiv, Odessa, Kharkiv dan Mariupol. Sampai sekarang ini kemelut masih berjalan.


Sebetulnya, dahulu Ukraina "rapat" dengan Rusia. Tetapi pimpinan Ukraina yang saat ini lebih dekat ke Barat dan ingin jadi sisi NATO.


Berikut ini adalah daftar negara yang menjadi anggota NATO: 


  1. AS
  2. Inggris
  3. Perancis
  4. Belgia
  5. Belanda
  6. Luksemburg
  7. Kanada
  8. Italia
  9. Portugal
  10. Islandia
  11. Denmark
  12. Norwegia
  13. Yunani (bergabung tahun 1952)
  14. Turki (bergabung tahun 1952)
  15. Jerman (sebagai Jerman Barat, bergabung tahun 1955) 
  16. Spanyol (bergabung tahun 1982) 
  17. Republik Ceko (bergabung tahun 1999) 
  18. Hongaria (bergabung tahun 1999) 
  19. Polandia (bergabung tahun 1999) 
  20. Bulgaria (bergabung tahun 2004) 
  21. Estonia (bergabung tahun 2004) 
  22. Latvia (bergabung tahun 2004) 
  23. Lituania (bergabung tahun 2004) 
  24. Rumania (bergabung tahun 2004)
  25. Slovakia (bergabung tahun 2004) 
  26. Slovenia (bergabung tahun 2004) 
  27. Albania (bergabung tahun 2009) 
  28. Kroasia (bergabung tahun 2009) 
  29. Montenegro (bergabung tahun 2017) 
  30. Makedonia Utara (bergabung tahun 2020)


Berikut adalah negara-negara yang menjadi partner countries NATO:


  • Armenia
  • Austria
  • Azerbaijan
  • Belarusia
  • Bosnia
  • Herzegovina
  • Finlandia
  • Georgia
  • Irlandia
  • Kazakhstan
  • Kirgistan
  • Malta
  • Moldova
  • Rusia
  • Serbia
  • Swedia
  • Swiss
  • Tajikistan
  • Turkmenistan
  • Ukraina
  • Uzbekistan


Walau sebenarnya saat Perang Dingin terjadi, saat sebelum 1990, beberapa orang Ukraina dan Rusia berpadu dalam sebuah negara liga namanya Uni Soviet. Negara komunis yang kuat di jaman itu.


Uni Soviet sesudah Jerman kalah dan PD II usai, mempunyai dampak di belahan timur Eropa. Tidaklah aneh bila beberapa negara di benua Eropa sisi timur jadi beberapa negara komunis.


Pada 1991, Uni Soviet dan Kesepakatan Warsawa buyar. Pada tahun yang serupa, Ukraina memberi suara untuk memerdekakan diri dari Uni Soviet dalam sebuah referendum.


Presiden Rusia Boris Yeltsin di tahun itu, menyepakati hal itu. Seterusnya Rusia, Ukraina dan Belarusia membuat Commonwealth of Independent States (CIS).


Tetapi pemecahan terjadi. Ukraina memandang jika CIS ialah usaha Rusia untuk mengontrol beberapa negara di bawah Kekaisaran Rusia dan Uni Soviet.


Pada Mei 1997, Rusia dan Ukraina tanda-tangani kesepakatan pertemanan. Hal itu ialah usaha untuk menuntaskan ketidaksepakatan.


Rusia dibolehkan untuk menjaga pemilikan sebagian besar kapal di armada Laut Hitam yang berbasiskan di Krimea Ukraina. Rusia juga harus bayar Ukraina ongkos sewa karena memakai Dermaga Sevastopol.


Jalinan Rusia dan Ukraina menghangat kembali semenjak 2014. Saat itu ada revolusi melawan dominasi Rusia.


Massa antipemerintah sukses melengserkan bekas presiden Ukraina yang pro-Rusia, Viktor Yanukovych. Kekacauan bahkan juga sempat terjadi saat sebelum berdamai di 2015 dengan persetujuan Minsk.


Revolusi buka kemauan Ukraina tergabung dengan Uni Eropa (UE) dan NATO. Ini, mencuplik Al-Jazeera, membuat Putin geram karena prospect berdirinya pangkalan NATO di samping perbatasannya.


Hal ini disokong semakin kuatnya jalinan beberapa negara Eropa Timur dengan NATO. Sebutlah saja Polandia dan beberapa negara Balkan.


Saat Yanukovych jatuh, Rusia memakai kekosongan kekuasaan untuk mencaplok Krimea di 2014. Rusia memberikan dukungan separatis di Ukraina timur, yaitu Donetsk dan Luhansk, untuk melawan pemerintahan Ukraina.


Mulai Panas semenjak Akhir 2021

Kapan Rusia dan Ukraina perang? Rumor gempuran Rusia dan Ukraina berguling semenjak November 2021. Sebuah citra satelit memperlihatkan penimbunan baru pasukan Rusia di tepian dengan Ukraina.


Moskow dipercaya Barat memobilisasi 100.000 tentara bersama dengan tank dan piranti keras militer yang lain. Intelijen Barat menyebutkan Rusia akan menyerang Ukraina.


Di Desember, pimpinan dunia seperti Presiden AS Joe Biden mengingatkan Rusia mengenai ancaman ekonomi Barat bila menyerang Ukraina karena laporan yang makin intensif masalah militer di tepian. Beberapa pimpinan Eropa seperti Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan "turun gunung" menginisiasi perundingan di antara ke-2 nya.


Di lain sisi, Rusia mulai lakukan latihan militer besar semenjak awalnya Januari 2022. Semua angkatan laut dikeluarkan. Latihan ini dilaksanakan di darat. Rusia bekerja bersama dengan Belarusia, tetangga dekat sekalian sekutunya.


Rusia yang Kuatir ke NATO

Apa penyebab perang Rusia dan Ukraina? Rusia menentang akan menyerang saat itu. Tetapi, negeri Putin ajukan tuntutan keamanan yang terinci ke Barat.


Salah satunya pointnya minta NATO hentikan semua kegiatan militer di Eropa Timur dan Ukraina. Rusia minta koalisi itu tidak untuk pernah terima Ukraina atau beberapa negara sisa Soviet yang lain sebagai anggota.


Saat interviu terbatas dengan CNBC Indonesia 16 Februari, Duta Besar Rusia Untuk Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobieva, menjelaskan Rusia tak pernah punya niat menyerang tetangganya itu. Dia menyebutkan rumor ini ada sesudah diembuskan AS, NATO dan beberapa koalisinya.


"Semua histeria yang terjadi di antara Rusia dan Ukraina sudah ditarget untuk mengubah rumor dari keamanan negara kami berkaitan Liga Rusia. Kami menyaksikan pengembangan NATO yang sudah jalan sepanjang 30 tahun lebih dan sekarang infrastruktur NATO semakin dekat ke tepian kami," terangnya saat interviu saat itu.


"Pada keadaan ini, Ukraina cuman jadi alat untuk kobarkan info perang pada Rusia. Sementara negara kami sedang mengusahakan diplomasi, faksi Barat terus kobarkan info perang dan membuat kemelut di tepian Rusia-Ukraina."


"Sebetulnya tidak ada yang terjadi dan kami tidak punya niat untuk mengatakan perang pada Ukraina. Tolong tidak boleh salah pengertian kami malah memandang Ukraina sebagai saudara kami," katanya kembali.


"Melawan Ukraina ialah ide yang tidak logis untuk kami."


Dia memaparkan NATO sudah lakukan lima babak pengembangan, dari tahun 1999 sampai 2020.


Kenapa Rusia Ingin Menyerang Ukraina? Beberapa pakar yakin Putin lakukan ini untuk maksud memaksakan peralihan di Ukraina. Rusia, ingin kepimpinan Ukraina ditukar jadi pro Moskow.


"Berdasar pidato Putin, Rusia memperlancar gempuran besar di semua Ukraina dan mempunyai tujuan untuk menjatuhkan pemerintahan Kyiv dengan cara militer," kata Direktur Riset makro global di Eurasia Grup, Henry Rome, diambil CNBC International.


"Walau Putin mengeklaim kebalikannya, peluang ini akan meliputi wargaan banyak wilayah oleh pasukan Rusia."


Diambil dari CNN International, dalam sebuah essai panjang yang termuat Putin di Juli 2021, dia sempat menyebutkan Rusia dan Ukraina ialah "seseorang".


"Barat sudah menghancurkan Ukraina dan menariknya keluar orbit Rusia lewat peralihan identitas yang dipaksa," catat media itu memvisualisasikan tulisan Putin.


Dalam tatap muka dengan media yang didatangi CNBC Indonesia dua minggu kemarin, seorang petinggi senior Kedutaan Besar AS di Jakarta menjelaskan pelanggaran terus-terang Rusia pada hukum internasional jadi rintangan langsung pada aturan berbasiskan ketentuan internasional. Ukraina sendiri sebagai anggota PBB, yang maknanya negara merdeka dan berdaulat.


"Bila Rusia dibolehkan untuk batasi kedaulatan Ukraina dengan mendikte koalisi Ukraina dan opsi peraturan luar negeri, dengan memerahnya dan menyalahi kredibilitas teritorialnya, itu bisa memberanikan orang yang lain ingin meluaskan claim teritorial ilegal terhitung di Laut China Selatan (LCS)," ucapnya.


"Menghancurkan beberapa prinsip aturan berbasiskan ketentuan internasional lemahkan dasar kerja-sama internasional dan pelanggaran Rusia memberikan ancaman perdamaian dan kestabilan di benua Eropa."


Demikian artikel mengenai Kenapa Rusia Ingin Menyerang Ukraina. Semoga bermanfaat, salam sukses selalu.


Tags: penyebab konflik rusia dan ukraina 2022, perang rusia ukraina terbaru, penyebab konflik rusia ukraina 2021, rusia ukraina penyebab konflik, hubungan ukraina dan rusia, penyebab perang rusia ukraina 2022, inti penyebab perang rusia ukraina, ukraina vs rusia