Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Komoditas Impor Indonesia Yang Merupakan Bahan Baku Penolong Adalah

Komoditas Impor Indonesia Yang Merupakan Bahan Baku Penolong Adalah
Komoditas Impor Indonesia Yang Merupakan Bahan Baku Penolong Adalah


Komoditas impor indonesia yang merupakan bahan baku penolong adalah. Komoditas adalah barang yang dapat diperjualbelikan untuk memperoleh keuntungan atau bisa dipertukarkan sama barang lain yang mempunyai nilai yang sama. Ada banyak tipe komoditas dalam industri dan perdagangan, baik pada export atau impor.


Kegiatan suatu negara untuk mendatangkan barang dari luar negeri disebut Impor. Komoditas impor Indonesia yang merupakan bahan baku penolong adalah pupuk, bahan kimia, baja, sampai mesin, sementara komoditas export Indonesia banyak disumbang hasil dari perkebunan dan tambang emas dan tambang batubara.


Tipe komoditas export perkebunan Indonesia adalah karet, kakao, kopi, dan lain-lain. Lalu apakah kelapa sawit termasuk komoditas impor Indonesia? jawabannya iya, karena perkebunan kelapa sawit di Indonesia terbilang cukup besar terutama dipulau Kalimantan dan Sumatra.


Komoditas Impor Indonesia Yang Merupakan Bahan Baku Penolong Adalah
Komoditas Impor Indonesia Yang Merupakan Bahan Baku Penolong Adalah


Komoditas Impor Indonesia

Apa yang menjadi komoditas impor Indonesia? komoditas impor indonesia yang merupakan bahan baku penolong adalah sebagai berikut:

  • Aluminium
  • Buah-Buahan
  • Sayuran
  • Pupuk
  • Pipa Besi dan Baja
  • Tembaga
  • Minyak Bumi
  • Tembakau


Pengertian Bahan Baku Penolong

Di perusahaan manufacturing penggunaan bahan baku dan bahan penolong merupakan sisi pada proses produksi. Bahan baku dan bahan penolong merupakan sumber daya yang benar-benar diperlukan dalam hasilkan barang jadi yang siap untuk dipasarkan.


Tanpa ke-2 bahan ini karena itu proses produksi tidak dapat digerakkan. Bahan baku dan bahan penolong merupakan sumberdaya paling penting yang diperlukan di perusahaan manufacturing.


Stock bahan baku dan bahan penolong harus ada selalu di perusahaan manufacturing. Kekosongan stock ke-2 bahan ini (khususnya bahan baku) akan mengakibatkan produksi stop dan menghalangi proses pemasaran perusahaan.


Produksi dan pemasaran yang stop atau terhalang akan berpengaruh pada transisi akuntansi perusahaan itu, jadi persoalan kekosongan bahan harus selekasnya dituntaskan. Saat sebelum kita mengulas selanjutnya mengenai bahan baku dan bahan penolong, mari perhatikan barang disekitar kita.


Kadang, untuk beberapa macam industri ada kerancuan dalam penetapan beberapa bahan tertentu apa masuk ke bahan baku atau sebagai bahan penolong. Misalkan dalam industri pembikinan sepeda, pembikinan barang electronic dan lain-lain.


Ini berpengaruh pada pendataan transaksi bisnisnya dalam pembukuan perusahaan terhitung hitung HPP produk. Karena ini penetapan kategorisasi bahan baku dan bahan penolong harus dibikin dari sejak awalnya saat sebelum produksi diawali.


Bahan baku dan bahan penolong mempunyai peranan yang berlainan pada proses produksi meskipun arah pada akhirnya sama yakni hasilkan produk jadi untuk dipasarkan. Lalu, apa pemahaman bahan baku, bahan penolong dan bedanya.


Bahan baku adalah bahan mentah yang dipakai sebagai dasar untuk pembikinan satu produk, di mana bahan itu diproses kembali lewat proses tertentu untuk dibikin jadi wujud yang lain. Bahan baku didapat dari beragam langkah diantaranya lewat pembelian lokal, impor, atau pemrosesan sendiri.


Tipe Bahan Baku

Bahan baku sendiri terdiri atas 2 tipe, yakni :


Bahan Baku Langsung

Bahan baku langsung (material) yakni bahan baku yang merupakan sisi dari barang jadi sebagai hasil produksi. Contoh dari bahan baku ini adalah pembikinan bangku dari kayu di mana kayu merupakan sisi dari bangku yang merupakan produk selesai.


Bahan Baku Tidak Langsung

Bahan baku tidak langsung (indirect material) yakni bahan baku yang mempunyai peranan pada proses produksi tetapi tidak langsung kelihatan pada barang jadi sebagai hasil produksi. Contoh bahan baku tidak langsung adalah dalam pemakaian lem kayu dalam pembikinan bangku.


Lem tidak kelihatan pada bangku sebagai produk jadi tapi lem merupakan bahan baku yang berperanan dalam terbentuknya bangku itu hingga bangku mempunyai nilai ekonomis (dapat dipasarkan).


Pengertian bahan baku langsung dan tidak langsung ada keserupaan dengan pengertian ongkos tenaga kerja langsung dan ongkos tenaga kerja tidak langsung dalam penghitungan Biaya of Gold Sold (COGS) atau HPP satu produk. Di mana bahan baku langsung dan ongkos tenaga kerja langsung yang merupakan suatu hal yang lebih menguasai dampaknya dalam peranan produksi atau perhitungan ongkosnya.


Bahan penolong adalah barang yang dipakai pada proses produksi tapi bukan merupakan sisi dari bahan baku khusus untuk produk yang dibuat. Bahan penolong merupakan poin yang bisa lengkapi peranan, tingkatkan efektivitas atau keamanan produksi tapi bukan jadi sisi khusus dari produk selesai.


Contoh bahan penolong adalah plastik pembungkus dan cap harga pada pembikinan produk baju dan bahan baku pembikinan baju adalah kain katun, kancing dan benang. Contoh yang lain adalah dalam produksi roti memerlukan terigu, telur dan gula sebagai bahan khusus tapi memerlukan bahan penolong seperti plastik dan kardus.


Untuk tentukan bedanya pada proses produksi, karena itu harus lebih dulu menyaksikan peranan dan pemakaian masing-masing bahan pada suatu proses produksi.


Persyaratan bahan baku terbagi dalam :

  • Peranan : bila bahan tidak ada karena itu produk jadi tidak bisa dibuat atau tidak bisa berperan
  • Pemakaian : mempunyai jatah yang semakin besar (banyak) dibanding bahan yang lain


Dan persyaratan bahan penolong terbagi dalam :

  • Peranan : tanpa bahan ini produk jadi bisa dibuat, walau hasil jadi tidak sesuai keinginan atau perannya
  • Pemakaian : mempunyai jatah yang kecil dari keseluruhnya bahan yang digunakan


Dari keterangan di atas dapat diambil kesimpulan jika bahan baku dan bahan penolong diperlukan saat membuat produk tapi keperluan bahan baku lebih besar dibanding bahan penolong. Tanpa bahan baku karena itu produksi tidak dapat jalan dan tidak dapat hasilkan produk selesai.


Dan bila bahan penolong tidak ada, produksi masih dapat terus jalan tapi hasilnya tidak optimal atau produk jadi tidak berperan secara baik. Bahan baku mempunyai jatah yang menguasai dalam satu proses produksi, karenanya ongkos yang dikeluarkan untuk bahan baku semakin besar dibanding bahan penolong.


Dampaknya adalah bila harga bahan baku naik karena itu langsung memengaruhi nilai jual satu produk. Tapi bila harga bahan penolong yang naik jadi tidak akan punya pengaruh berarti pada peningkatan nilai jual produk itu.


Demikian artikel mengenai komoditas impor indonesia yang merupakan bahan baku penolong adalah, semoga bermanfaat.


Tags: komoditas impor indonesia yg merupakan bahan baku penolong adalah, komoditas impor indonesia, komoditas impor indonesia yang merupakan bahan baku penolong, komoditas impor indonesia adalah, 10 komoditas impor indonesia, komoditas impor indonesia dan negara pengimpor, salah satu komoditas impor indonesia adalah