Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Mengembalikan Indera Penciuman Yang Hilang

Cara Mengembalikan Indera Penciuman Yang Hilang
Cara Mengembalikan Indera Penciuman Yang Hilang


Keyword: cara mengembalikan indra penciuman yang hilang, cara mengembalikan indera penciuman yang hilang akibat flu, cara mengembalikan indera penciuman yang hilang secara alami, cara mengembalikan indra penciuman yang hilang dengan cepat, cara mengembalikan indra penciuman yang hilang akibat covid


Cara mengembalikan indera penciuman yang hilang. Anosmia dapat memiliki sifat tetap atau sebentar. Namun, tidak bisa dijumpai kapan indera penciuman yang hilang bisa kembali seperti umumnya.


Tetapi, tak perlu cemas karena cara mengembalikan indera penciuman dapat dilaksanakan dengan perawatan di dalam rumah. Ini dipertegas oleh pakar THT pediatri di Rumah Sakit Anak Alfred I. duPont Dr Nicole Aaronson.


Pengatasan lenyapnya penciuman bergantung pada pemicunya. Ada interferensi klinis yang bisa menolong, dan perawatan di dalam rumah. Orang dengan anosmia dapat latih dengan menghirup bau wewangian.


Hal tersebut dilaksanakan dengan mengisap perlahan-lahan sepanjang 20 detik dan diulangi 3x satu hari sepanjang 6 minggu.


Cara mengembalikan indera penciuman yang hilang latih penciuman ialah unggulan penyembuhan. Loyalitas periode panjang umumnya dibutuhkan untuk menyaksikan kenaikan. Dr Aaronson juga mereferensikan berbau wewangian yang dapat dipakai untuk latih penciuman

  • Kopi giling
  • Mawar
  • Jeruk
  • Minyak Kayu Putih
  • Vanila
  • Cengkeh
  • Daun Mint


Dokter naturopati Dr Sandra El Hajj mereferensikan minyak jarak sebagai salah satunya cara mengembalikan indera penciuman. Masalahnya minyak jarak memiliki kandungan asam risinoleat untuk menolong menantang infeksi.

Minyak Jarak

Cara memakai minyak jarak:

  1. Panaskan minyak jarak di atas kompor atau microwave. Yakinkan hangat dan tidak panas
  2. Tempatkan dua tetes minyak setiap lubang hidung 2x satu hari, yaitu tiap bangun tidur dan pas saat sebelum tidur
  3. Jahe mempunyai wewangian berbau yang unik dan menusuk. Karena itu, Dr Hajj mereferensikan orang untuk konsumsi teh jahe sebagai cara mengembalikan indera penciuman


Jahe

Untuk coba teh jahe, dapat membuat dengan cara seperti berikut:

  • Kupas dan potong jahe mentah
  • Seduh satu sendok makan jahe mentah dalam dua cangkir air panas sepanjang selama sekitaran 15 menit


Garam

Bila kehilangan indera penciuman karena alergi atau hidung mampet, dapat coba dengan membersihkan memakai air garam karena larutan ini dapat keluarkan alergen dan lendir dari rongga hidung.


Cara mengembalikan indera penciuman dengan irigasi garam seperti berikut:

  • Tuangkan 1 cangkir air keran rebus ke tempat yang baru dicuci
  • Tambahkan sdt garam dan sendok teh soda kue ke air
  • Isi botol peras atau jarum suntik klinis dengan kombinasi itu
  • Miringkan kepala Anda ke belakang
  • Semprotkan larutan ke satu lubang hidung, tujukan ke sisi belakang kepala, bukan sisi atas kepala
  • Biarkan mengucur keluar lubang mulut atau hidung Anda yang lain

Pengertian Penyakit Anosmia

Anosmia adalah keadaan di mana seorang tidak bisa menghidu atau menghirup bau apa saja. Kondisi ini bisa memiliki sifat sementara atau tetap di mana pemicunya bisa disebabkan didapatkan atau bawaan lahir.


Indra penciuman yang terusik bisa mempengaruhi kualitas hidup seorang khususnya saat rasakan makanan, karena rasa sensasi makanan sebagai kombinasi di antara indra penghidu dan pengecap. Oleh karenanya, penderita anosmia akan alami masalah nafsu makan yang bisa berpengaruh kurang gizi.


Disamping itu, anosmia dapat menyebabkan penderitanya tidak mengetahui pertanda bahaya disekelilingnya, misalkan tidak dapat ketahui berbau makanan basi, berbau bocor gas, atau berbau asap kebakaran.


Keluh kesah khusus anosmia adalah tidak bisa mencium bau-bauan disekelilingnya, terhitung berbau tubuhnya sendiri. Umumnya, penderita akan mengetahui peralihan di penghidunya pada beberapa hal yang awalnya dia kira bau menusuk, tetapi selanjutnya tidak tercium berbau apapun.


Beragam hal yang bisa mengakibatkan masalah pada lajur penciuman bisa mengakibatkan anosmia, mencakup:


Obstruksi atau kendala pada indra penciuman sebagai pemicu tersering anosmia. Salah satunya pemicu obstruksi adalah infeksi, misalkan flu, rinitis (pilek), rinosinusitis. Disamping itu, ada tonjolan di lubang hidung, seperti polip hidung, dapat mengakibatkan terhambatnya penciuman.


Cidera kepala karena trauma sebagai salah satunya pemicu yang kerap mengakibatkan anosmia. Ini dikarenakan oleh cidera kepala yang menyebabkan kerusakan pada hidung atau sinus jadi penghalang mekanis agar bisa menghidu.


Disamping itu, trauma kepala dapat mengakibatkan kerusakan pada saraf penghidu (nervus olfaktorius). Anosmia karena trauma kepala bisa memiliki sifat sementara atau tinggal yang tergantung pada tipe kerusakan yang terjadi.


Proses penuaan sebagai keadaan yang normal dan berkaitan dengan pengurangan kekuatan untuk mencium bau-bauan. Ini dikarenakan oleh lenyapnya beberapa sel pada saraf penghidu.


Disamping itu, beberapa penyakit neurodegeneratif, seperti Alzheimer, Parkinson, dan demensia Tubuh  menyebabkan pengurangan kekuatan menghirup.


Sindrom Turner dan sindrom Kallman sebagai beberapa keadaan kongenital atau bawaan lahir yang bisa mengakibatkan anosmia yang tetap.


Anosmia sebagai salah satunya efek dari therapy radiasi pada kanker daerah leher dan kepala.


Penyebab Anosmia

Banyak hal yang sebagai factor resiko berlangsungnya anosmia seperti:

  • Saat sebelum menegakkan analisis, dokter akan menanyakan ke penderita banyak hal berkenaan lenyapnya kekuatan menghirup, misalnya:
  • Seterusnya, dokter akan lakukan pengecekan fisik dan tentukan apa keluh kesah dan pertanda yang ada memiliki sifat sementara dan bisa diobati langsung, atau membutuhkan pengecekan selanjutnya untuk pastikan analisis pemicu anosmia.
  • Jika ada keraguan ke trauma kepala, masalah sinus, atau kegarangan, karena itu peluang perlu dilaksanakan pengecekan pencitraan, seperti MRI atau CT Scan.
  • Therapy anosmia diputuskan berdasar pemicunya. Pada anosmia yang disebabkan karena infeksi virus, bisa diterapi dengan dekongestan untuk memperlancar pernafasan. Bila anosmia disebabkan karena infeksi bakteri, karena itu memerlukan therapy antibiotik.
  • Pada masalah obstruksi karena polip, peluang dibutuhkan perlakuan pengangkatan polip bila tidak kelarpon pada therapy beberapa obat.
  • Pada keadaan anosmia karena trauma kepala atau kerusakan saraf penghidu, kegarangan, masalah neurodegeneratif, atau bawaan lahir, bisa diberi upaya-upaya penangkalan berlangsungnya bahaya karena anosmia, seperti memasangkan sirene pertanda kebakaran, alat pendeteksi bocor gas, menukar kompor gas jadi kompor listrik, dan selalu mengidentifikasi waktu lewat waktu makanan.


Ciri-Ciri Anosmia

Cara menahan berlangsungnya anosmia adalah dengan mempertahankan kesehatan, misalnya dengan:


  • Bila ada penderita atau famili paling dekat alami peralihan dalam penciuman yang tidak lebih baik pada sebuah atau dua minggu, selekasnya bahas ke dokter paling dekat. Penderita bisa mengontak dokter umum atau dokter specialist THT.
  • Untuk lakukan pengecekan, kamu dapat segera membuat janji sama dokter opsi di dalam rumah sakit sama sesuai domisili kamu.


Demikian artikel mengenai " cara mengembalikan indera penciuman yang hilang ", semoga bermanfaat.